Skip to content

Sejarah: Kerajaan Bali – Majapahit (part 1)

12 September 2011
tags:

Selain adanya Indonesia melawan Belanda dan proklamasi, sejarah indonesia juga termasuk kerajaan:

Kerajaan Hindu (2)

  • Kerajaan Singasari (1222 – 1292)

Kerajaan Singasari terletak di Tumapel, Singasari, Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi. Ken Arok (1222 – 1227) adalah seorang bupati di Tumapel. Setelah menjadi raja, Ken Arok bergelar Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabumi

Raja-raja yang memerintah Kerajaan Singasari setelah Ken Arok:

  1. Anusapati (1227 – 1248);
  2. Tohjaya (1248);
  3. Ranggawuni (1248 – 1268);
  4. Kertanegara (1268 – 1292).

Raja terbesar Kerajaan Singasari adalah Kertanegara. Pada masa pemerintahannya, kerajaan ini dapat mencapai puncak kejayaan. Cita-cita Kertanegara adalah menjadikan Singasari sebagai kerajaan besar yang menguasai seluruh Nusantara.

Kemunduran Singasari:

Namun sayang, sebelum mewujudkan cita-citanya, Kertanegara wafat. Kertanegara terbunuh ketika Singasari diserang oleh Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang (1292 – 1293). Karena ini, berakhirlah kekuasaan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari:

  • Candi:
  1. Candi Jago > Malang, Jatim
  2. Candi Singasari > Singasari, Malang, Jatim
  3. Candi Kidal > Sebelah Tenggara kota Malang
  4. Candi Kagenengan > Sebelah Selatan Singasari
  • Arca / Prasasti / Karya Sastra
  1. Arca Prajnaparamita: Perwujudan Ken Dedes (istri Ken Arok)
  • Kerajaan Majapahit (1292 – 1518)

Sebenarnya, nama kerajaan ini bukan keanehan, ataupun keunikan. Kenapa? Berikut adalah uraiannya:

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya (1292 – 1309). Raden Wijaya adalah menatu Raja Kertanegara (1268 – 1292). Pusat Kerajaan ini berada di Desa Tarik, Mojokerto, Jatim. Nama “Majapahit” diambil dari buah Maja yang rasanya Pahit. Buah inilah yang muncul nama Majapahit.

Wilayah Majapahit hampir mencakup seluruh nusantara + Malaka (Semenanjung Malaysia) + Tumasik (Singapura). Berikut adalah nama-nama raja yang memerintah di Kerajaan Majapahit:

  • Raden Wijaya (1292 – 1309)

Raden Wijaya adalah raja pertama Majapahit. Ia dinobatkan menjadi Raja Majapahit pada tahun 1293 dengan gelar Kertajasa. Setelah menjadi raja, Raden Wijaya berusaha keras membangun Majapahit agar menjadi kerajaan besar. Atas kerja kerasnya, Majapahit terus berkembang. Rakyatnya menjadi hidup aman dan tenteram.

Mesikupan Raden Wijaya sudah bersikap adil dan bijaksana, pembrontakan tetap saja muncul. Raden Wijaya harus menghadapi beberapa pembrontakan yang dilakukan oleh para sahabatnya. Mereka merasa tidak puas dengan jabatan yang diberikan oleh Raden Wijaya. Sahabat Raden Wijaya yang melakukan pembrontakan: Ranggalawe, Sora, dan Nambi

Setelah memerintah Majapahit selama 16 tahun, menurut Negarakertagama, Raden Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Ia dimakamkan di Antahpura dan dicandikan di Simping sebagai Harihara, atau perpaduan Wisnu dan Siwa. Raden Wijaya digantikan Jayanegara sebagai raja selanjutnya.

  • Jayanegara (1309 – 1328)

Pada masa pemerintahan Jayanegara, muncul beberapa pembrontakan. Beberapa dikutip dari Wikipedia, pembrontakan yang muncul adalah Demung (1313), Gajah Biru (1314), Nambi (1316), Semi, dan Kuti (1319). Kuti dianggap berbahaya, karena pembrontakan ini berhasil mengusir Majapahit dari tempatnya. Sehingga Raja Jayanegara terpaksa mengungsi ke Desa Bedander. Sehingga pada tahun 1328, Jayanegara Wafat setelah dibunuh oleh Ra Tanca (atau dikenal dengan nama Tabib Tanca). Jayanegara dimakamkan di dalam candi Srenggapura di Kapopongan dengan arca di Antawulan, gapura paduraksa Bajang Ratu kemungkinan besar adalah gapura yang tersisa dari kompleks Srenggapura (pararaton). Sedangkan menurut Negarakertagama, ia dimakamkan di dalam pura berlambang arca Wisnuparama. Jayanegara juga dicandikan di Silapetak dan Bubat sebagai Wisnu serta di Sukalila sebagai Buddha jelmaan Amoghasiddhi.

Oleh karena itu takhta Majapahit kemudian jatuh kepada adiknya, yaitu Dyah Gitarja yang bergelar Tribuwana Tunggadewi (beberapa Tribuana Wijayatunggadewi)

  • Tribuanatunggadewi (1328 – 1350)

Seperti disebutkan di atas, Tribuana Tunggadewi/Tribuanatunggadewi/Tribuana Wijayatunggadewi adalah adiknya Jayanegara. Pada masa pemerintahan Tribuanatunggadewi, terjadi pemberontakan besar. Pemberontakan itu disebut Pemberontakan Sadeng. Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Sehingga Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Majapahit oleh Tribuanatunggadewi.

Pada tahun 1350, Tribuanatunggadewi turun takta. Bahkan menurut prasasti Singasari, pada tahun 1351, Tribuana masih menjadi ratu Majapahit. Kemudian pemerintahan diteruskan oleh Hayam Wuruk

  • Hayam Wuruk (1350 – 1389)

Setelah itu, Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanegara. Dalam memerintah kerajaan, ia didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Berkat kerja sama kedua tokoh ini, Majapahit dapat mencapai kejayaan:

  1. Dapat membuat karya terkenal:
  1. Kitab Negarakertagama > Mpu Prapanca
  2. Kitab Arjunawiwaha > Mpu Tantular
  3. Kitab Sutasoma > Mpu Tantular > Bhinneka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangrwa
  • Wilayahnya sangat luas: Perhatikan peta berikut
Wilayah Kekuasaan Kerajaan Majapahit

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit dapat mempersatukan seluruh Nusantara. Ini yang dapat disebut negara nasional Kedua di Indonesia. Sehingga pada masa periode ini dapat terwujud karena beberapa hal:

  1. Hayam Wuruk dan Gajah Mada menerapkan kepemimpinan yang adil, tegas, dan bijaksana
  2. Majapahit mempunyai kekayaan alam yang melimpah
  3. Angkatan Laut Majapahit sangat kuat : Laksamana Nala
  4. Terjalin hubungan perdagangan antara Cina, India, Arab, dan Persia
  5. Adanya sikap toleransi antarumat beragama

Selain karya sastra, Majapahit juga mempunyai peninggalan sejarah yang berupa candi:

  1. Candi Panataran
  2. Candi Sawentar
  3. Candi Tegalwangi
  4. Candi Jabung
  5. Candi Tikus, dan
  6. Candi Sumber Jadi

Kemunduran Majapahit:

Ini disebabkan karena Gajah Mada wafat pada tahun 1364, dan Hayam Wuruk turun takhta pada tahun 1389, sehingga digantikan oleh Wikramawardana. Pada masa ini, terjadi Perang Paragreg (1401 – 1406), yaitu perang saudara memperebutkan kekuasaan dan takhta kerajaan antara Wikramawardana dan Bre Wirabumi: berikut adalah raja-raja yang masih memimpin kerajaan majapahit semenjak kemunduran Majapahit:

Nama Raja Gelar Tahun
Wikramawardhana 1389 –1429
Suhita Dyah Ayu Kencana Wungu 1429 –1447
Kertawijaya Brawijaya I 1447 –1451
Rajasawardhana Brawijaya II 1451 –1453
Purwawisesa atau Girishawardhana Brawijaya III 1456 –1466
Bhre Pandansalas, atau Suraprabhawa Brawijaya IV 1466 –1468
Bhre Kertabumi Brawijaya V 1468 –1478
Girindrawardhana Brawijaya VI 1478 –1498
Patih Udara 1498 – 1518

Akhirnya, Kerajaan ini runtuh pada tahun 1518 karena agama Hindu sudah tiada lagi di Jawa. Peninggalan tersebut berupa candi 

  • Candi:
  1. Candi Panataran
  2. Candi Sawentar
  3. Candi Tegalwangi
  4. Candi Jabung
  5. Candi Tikus, dan
  6. Candi Sumber Jadi
  • Arca / Prasasti / Karya Sastra 

  1. Kitab Negarakertagama > Mpu Prapanca
  2. Kitab Arjunawiwaha > Mpu Tantular
  3. Kitab Sutasoma > Mpu Tantular > Bhinneka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangrwa

Bersambung…..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: