Skip to content

Akhlak Mahmudah: Rajin

15 September 2011
tags:

Tinggi rendahnya derajat manusia tercermin pada akhlaknya. Salah satu tujuan Rasulullah adalah menyempurnakan Akhlak Mulia (Akhlak Mahmudah). Dalam salah satu hadis, Nabi Muhammad bersabda

(Belum bisa nulis arab karena nggak ada aplikasinya… sorry ya….. kasih dong link downloadnya app yang bisa nulis arab di komentar ya….)

Innama buistu liutamima makarimal akhlak

(Sesungguhnya, aku diutus / ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak mulia)

Seorang muslim yang baik, insya Allah akan meneladani apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sebab satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan seseorang ke dalam surga, yaitu ketaatan kepada Allah swt. dan Rasul-Nya. Di antara yang perlu kita teladani dari pribadi Rasulullah saw. adalah kemuliaan akhlaknya. Yang termasuk akhlak mulia (akhlak mahmudah):

  1. Rajin

Pepatah mengatakan:

Rajin pangkal pandai

Artinya, rajin belajar insya Allah akan memperoleh ilmu pengetahuan yang banyak. Dengan ilmu, manusia akan mampu berbuat banyak dengan benar untuk meraih suatu tujuan dari hasil tertentu. Kesuksesan biasanya diperoleh oleh orang-orang yang rajin dalam hidupnya.

Agama Islam mengajarkan pemeluknya agar mampu bersikap rajin dan adil, sehingga kepentingan dunia dan akhirat sama-sama dapat dilaksanakan dengan baik. Bahkan kepentingan akhirat lebih diutamakan karena lebih baik bagimu: “Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (Qs. Al-‘A’la [87] / 17)

One More: “Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya. Dan beramallah untuk bekal akhiratmu, seakan-akan kamu akan mati besok hari” (Riwayat dari Bazzar)

Rajin: selalu berusaha memanfaatkan waktu untuk melakukan sesuatu yang baik dengan penuh kesungguhan agar menghasilkan sesuatu yang berguna dalam hidup. Sifat ini harus menjadi bagian yang penting dari setiap pribadi muslim, agar umat Islam maju taraf hidupnya dan terdepan dalam memperjuangkan perubahan. Tanpa sifat rajin, umat Islam akan tertinggal dengan yang lain. Siapa yang sungguh-sungguh, pasti Allah memberu jalan kemudahan: “Dan orang-orang yang berjihad untuk / mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (Qs. Al-‘Ankabut [29] / 69)

Manfaat Rajin:

  1. Menambah pengetahuan dan keterampilan baru;
  2. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat;
  3. Memperolah keberuntungan yang banyak.

Kebalikan dari rajin adalah malas. Malas termasuk salah satu sifat tercela dan merupakan warisan setan. TIdak pernah ada orang malas hidupnya sukses. Berlindinglah kepada Allah swt. agar kita terhindar dari sifat malas:

(Belum bisa nulis arab karena nggak ada aplikasinya… sorry ya….. kasih dong link downloadnya app yang bisa nulis arab di komentar ya….)

Allahhuma inni a’udubika minal ajzi walkasal

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas)

Untuk menghemat tempat, mendingan saya-pisah-pisahkan saja. Nanti kita ketemu di Dermawan…..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: