Skip to content

Syukur Nikmat

28 January 2012

Allah Image (Islamicwall.com)

Allah swt. membagi manusia dalam dua kelompok besar: orang yang pandai menyukuri nikmat dan kufur nikmat. Mensyukuri nikmat Allah maksudnya adalah pandai mempergunakan segala sesuatu yang Allah berikan dalam hal-hal yang baik dan Allah menyukainya. Sedangkan kufur nikmat artinya adalah mempergunakan segala yang Allah berikan tidak dalam hal-hal yang Allah sukai. Seperti mempergunakan uang untuk membeli sesuatu yang mubazir, seperti rokok:

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur. (Qs. Al-Insan [76] : 3)

Balasan bagi orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah: pahala yang banyak dan nikmatnya bertambah:

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Qs. Al-Imran [3] : 145)

Banyak hal yang membuat kita tenggelam dalam penderitaan, disebabkan karena kita kurang terampil mensyukuri nikmat Allah. Ia tidak mengerti bahwa semua yang dimilikinya itu hanya titipan dari Allah swt., bukan milik yang sesungguhnya. Itu semua adalah karunia Allah swt. yang diberikan supaya ia lebih dekat kepada-Nya. Dan dia akan menggunakan karunia itu dengan sebenar-benarnya, agar berubah berkah di jalan Allah swt. Inilah gambaran orang ahli syukur. Selain syukur kepada Allah swt. kita juga harus syukur kepada manusia, terutama kepada orang tua kita.

Hukum bersyukur: WAJIB

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Qs. Ibrahim [14] : 7)

1. Nikmat Jasmani

Manusia adalah Makhluk Allah swt. yang paling sempurna. Manusia tak hanya mempunyai pancaindera yang baik dan banyak manfaatnya, manusia dianeugerahi akal. Dengan akal inilah manusia dapat membedakan sesuatu dengan yang lain.

Dalam hal nikmat jasmani ini, kita diingatkan dalam firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Qs. Ibrahim [14] : 7)

Seorang muslim yang baik, sangat mengerti bahwa semua anggota tubuh yang telah dikaruniakan oleh Allah swt., merupakan titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabanya. Misalnya, mata untuk membaca Alquran dan membaca buku-buku yang bermanfaat, telinga untuk mendengar ayat-ayat Allah swt., dan nasihat yang baik, lidah untuk berzikir, dan membaca ayat-ayat Allah swt., dan lain-lain. Amal saleh kita masing-masing yang akan menantarkan kita ke dalam surga. Surga merupakan dambaan setiap orang Islam yang baik.

     2. Nikmat Rohani

Nikmat rohani yang paling besar bagi seorang muslim adalah nikmat iman dan nikmat Islam. Selain nikmat tersebut, manusia diberi nkmat akal. Dengan itu manusia dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan tidak baik. Oleh sebab itu, keimanan, keislaman, dan akal pikiran yang telah Allah swt. berikan, hendaknya dipelihara agar tetap berada pada jalan yang diridai Allah swt. Manusia juga membutuhkan perasaan damai dan tentram. Sehingga, segala kegiatan yang dilakukan terasa memberikan manfaat bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat. Salah satu nikmat yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah ketenangan batin. Kententraman hati merupakan dambaan setiap orang. Tetapi, hanya orang-orang yang berimanlah yang akan merasakan kententraman hati yang sesungguhnya. Allah swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

 (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar-Ra’d [13] : 28)

Sadar atau tidak, sesungguhnya kita senantiasa berada dalam tatapan (pengawasan) Allah swt.

     3. Nikmat Rezeki

Sebelum adanya manusia di bumi ini, ternyata Allah swt. telah menyediakan rezeki berupa makanan dan minuman yang sangat lengkap. Segala sesuatu yang disediakan di bumi ini, sudah tentu tidak dapat datang dengan begitu saja, tetapi manusia harus berusaha terlebih dahulu. Dalam hal ini, Allah swt. berfirman:

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], Padahal kamu mengetahui.

[30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 22)

Dalam memperoleh rezeki, Agama Islam memberikan petunjuk bahwa mencari rezeki harus dari sumber yang halal, dengan cara yang halal dan digunakan dalam hal-hal yang halal. Seperti yang Allah swt. katakan dalam Al-Qur’an:

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (Qs.An-Nahl [16] : 114)

—- TANBIH —-

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha mengetahui.

[370] Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya.

Maksudnya: “Azab Allah tidak akan menimpa seseorang selama ia pandai mensyukuri nikmat-Nya dan beriman kepada-Nya”

(Qs. An-Nisa [4] : 147)

Tiada yang harus dirangkum

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: